Apakah Kau Akan Baik-Baik Saja?

fine

Mistakes just happened.

Kau mungkin menghabiskan sepanjang waktu untuk memikirkan bagaimana caranya memperbaiki kesalahan yang telah kau buat. Sesekali bahkan berandai-andai untuk kembali ke masa lalu dan membenahi hal-hal yang memang perlu padahal kau tahu betul, betapapun kau berusaha mengubahnya, kesalahan itu tetap ada. Terjadi begitu saja, tepat di depan mata. Membuat hatinya –hati yang selama ini kau jaga– akhirnya terluka begitu dalam dan menyisakan sesal di selubung dadamu saat ia akhirnya memilih pergi.

Kau mungkin menimbang-nimbang dalam keputusasaan, tapi tak berhasil menemukan apa-apa. Kau tahu, meratapi masa lalu juga tak akan mengubah apa-apa. Sampai akhirnya kau tiba pada satu titik, saat kau berpikir untuk menyerah danĀ move on saja. Melupakan kesalahan-kesalahan yang telah kau buat, berhenti mengejarnya, pindah ke hati yang baru, memulai semuanya dari awal kemudian sibuk berbahagia. Pilihan yang sama sekali tak mudah tapi jauh lebih mungkin daripada kembali dan memperbaiki hal-hal yang sudah terlanjur terjadi.

Tapi tunggu dulu.

Sebelum kau membalik badan dan mengubur keinginanmu untuk memperjuangkannya lagi, pernahkah kau berpikir apa kau akan baik-baik saja? Dengan kenyataan bahwa dia sudah tak ada di dalam hidupmu lagi, bahwa dia sudah membenahi dirinya sendiri dan siap membuka hati, apa kau akan baik-baik saja?

Apa kau akan baik-baik saja jika ia mencintai orang lain? Menggantikan posisimu di hatinya dengan orang baru yang sama sekali tak kau sangka akan berada di sisinya?

Apa kau akan baik-baik saja dengan kenyataan bahwa kau sudah tak ada di dalam hidupnya lagi?

Apa kau akan baik-baik saja jika ia tertawa karena dan bersama laki-laki lain?

Apa kau akan baik-baik saja ketika ia berada di pelukan laki-laki lain?

Apa kau akan baik-baik saja ketika ia mengecup kening laki-laki lain selembut ia mengecup keningmu? Menenggelamkan jemarinya ke dalam rambut laki-laki lain sampai laki-laki itu tertidur di pangkuannya. Itu ritual yang paling kau sukai, kan?

Apa kau akan baik-baik saja saat melihat air matanya diusap oleh jemari laki-laki lain sementara hal terakhir yang mampu kau ingat tentangnya adalah membuatnya tersedu dan patah hati, membuatnya terluka dan pergi?

Apa kau akan baik-baik saja ketika ia merasa tenang saat mendengar degup dari dada laki-laki lain?

Apa kau akan baik-baik saja jika pahlawannya sudah bukan dirimu lagi?

Kau mungkin sedang merenungkan bahwa apa yang sudah kau lewati bersamanya adalah hal-hal yang menakjubkan. All the laughs, the hugs, the kisses, and even the fights you had with her is just totally worth it.

So…

Do you really want to give her up and move on?

Think again.

 

Jakarta, 22 Maret 2016 20:50 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *