Loving Myself. Is It So Hard???

loveself

What is the recipe for disaster? From what I know, it’s always doing things in a lebaaaayyyy way. Contohnya ya nggak usah jauh-jauh: dimanfaatkan orang yang ngakunya sayang sama lo sampai lo bersedia ngapain aja demi dia, bahkan membuang harga diri.

Ceritanya, gw punya seorang temen. Dia pacaran sama orang yang, menurut versi dia, sayang bangettt sama dia. Tentunya, dia pun sayang ke orang ini. Saking sayangnya, dia sampai melupakan hal yang esensial: mencintai dirinya sendiri. Berulang kali pacarnya selingkuh, berulang kali dia maafkan. Now, forgiving is good. Forgiving is reallllllyyy good. Artinya lo memang berhati besar, atau lo emang bego kalau setelah memaafkan masih terjebak di lingkaran kusut yang sama.

So, pacarnya temen gw selingkuh. Temen gw ini akhirnya tau. Pacarnya minta maaf. Dia memaafkan. Terus pacaran lagi. Diselingkuhi lagi. Ketahuan lagi. Drama lagi. Dimaafkan lagi, kejadian lagi, terus menerus kayak jadwal matahari terbit dan terbenam.

Ini cuma satu contoh betapa kita sering kali nggak menyadari bahwa rasa cinta ke diri sendiri terkikis habis dan terbuang jauh-jauh dan sia-sia demi mencintai orang yang sebenarnya kita tau, nggak pantas untuk dicintai. We are willing to hurt ourselves in order to be loved by someone else, while we know it’s not love. It’s a torture.

Ask yourself this question: kalau memang si pacar tukang selingkuh sayang sama lo, kenapa dia sampai tega selingkuhi lo berkali-kali??

Kalau alasan lo itu seperti ini:

  1. Gw emang nggak pantas buat dia, jadi wajar aja dia selingkuh.
  2. Dia selingkuh sama yang lebih cakep sih, gimana doong….
  3. Tapi dia udah janji mau berubah, kok. Ciyusss dech qhak.
  4. Gw nggak special, gw nggak cakep, gw nggak punya apa-apa, makanya dia selingkuh.

Jawaban satu, dua, tiga, empat, dan seterusnya dan seterusnyaaa cuma menandakan dua hal:

  1. Lo udah kehilangan respect ke diri lo sendiri.
  2. Dan lo nggak sayang sama diri lo sendiri.

Yang kedua, itu yang fatal. Karena sering kali nggak disadari. Tau-tau, hawa-hawa “i’m not worthy of love”, “i’m just an ugly who doesn’t deserve love”, “who would love a person like me when i have nothing to offer?” nongol begitu saja. Insecurity. Low self-esteem. Nggak pede. Merasa apapun yang dilakukan salah. Merasa nggak ada gunanya hidup. Merasa hidup nggak ada artinya. Selalu merasa kesepian nggak tau bagaimana cara menikmati hidup.

Diselingkuhi cuma satu contoh dari sekian banyak kasus nggak punya rasa cinta ke diri sendiri. Masih banyak banget contoh lain. I know you know better.

Silahkan berpikir demikian. Silahkan insecure dan benci ke diri sendiri. Silahkan merasa nggak pantas untuk siapapun. Silahkan mikir kalo lo begini-begina-beginu-begono. Silahkaaaaaaannn. It’s your life. It’s your misery. Now, are you going to keep whining, or are you going to be better?? One thing i know because i’ve learnt it the hard way is: no one will ever love you if you can’t love yourself.

Gw ulang lagi, pake huruf kapital, biar mantep gregettt dan meresap:

NO ONE, WILL EVER, EVER, EVER LOVE YOU, IF, YOU. ARE. INCAPABLE. OF. LOVING. YOURSELF.

Banyak banget sumber masalah yang berawal dari ketidakmampuan mencintai diri sendiri. Appreciate yourself more. That’s step one. Lo ngerasa nggak punya kelebihan?? That’s a problem. Solution: ya tingkatkan kualitas diri dengan punya minimal satu kelebihan, lah!!! Spare me the crap “nggak bisa” because you can. Lo nggak bisa, apa nggak mau??? Dengan bilang lo nggak punya kelebihan apa-apa, LO UDAH NGEHINA TUHAN. Karena nggak mungkin lo brojol ke dunia with one sole purpose: ngerepotin orang lain dan ngerepotin diri sendiri.

Bad attitude drives people away.
But, low self-esteem and the zero capability of loving yourself, will only drive you away from… You.

Cheers. And don’t forget to smile 🙂

2 thoughts on “Loving Myself. Is It So Hard???

  1. Wahyu Wijaksana
    Tuesday | October 27, 2015 | 20:13 at 20:13

    Mantep bang ajooeeyyy, motivasi yg menarik dan dibumbui gaya bahasa yang unik haha.
    Keep posting bang!!

  2. hamba allah
    Tuesday | October 27, 2015 | 23:13 at 23:13

    setuju banget.
    tapi terkadang kita manusia kemakan omongan sendiri. tapi gw yakin orang yg sia2in kepercayaan itu bakal lebih mikir kalo orang yg disia2in itu pergi dan mungkin kadang kita manusia harus coba sadar intropeksi “klik”, we have deserve to get better one soon after she/he leaves us.
    “sering-seringlah berburuk sangka kepada diri sendiri agar anda selalu intropeksi diri sehingga anda akan berusaha menjadi lebih baik”
    keep inspiring jang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *